9 September 2026 · Lingkungan RW 018 Vila Mutiara Gading 1

Dibaca 23 kali

Di Tengah WFH, Ada Pelajaran dari Secangkir Kopi dan Blusukan Warga

Ditulis oleh Giyato - Ketua RW 18

Bekasi , VIDELS.MY.ID— Hari kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) tidak selalu harus dihabiskan di depan layar komputer. Bagi sebagian warga di lingkungan RW 018, waktu luang justru dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan sederhana yang memberi manfaat sekaligus membuka kesempatan belajar dari kehidupan sehari-hari.

Pagi itu, aktivitas dimulai sejak selepas bangun tidur dan menunaikan salat Subuh. Suasana pagi yang cukup cerah menjadi awal untuk menjalani rutinitas, meski pada hari tersebut kegiatan kedinasan dilaksanakan dari rumah sebagai bagian dari program efisiensi pemerintah.

Sekitar pukul 07.00 WIB, apel pagi dilaksanakan melalui Zoom Meeting dan berlangsung kurang lebih 20 menit. Setelah apel selesai, kegiatan tidak lantas berhenti. Waktu yang tersedia dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan kurve, mulai dari membersihkan kantor RW 018 hingga lingkungan sekitar.

Membersihkan jalan lingkungan, lapangan, dan kantor RW sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan di sela-sela waktu luang. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat langsung berbagai kegiatan warga, termasuk memantau proses distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat di lingkungan RW 018.

Namun, pagi itu ada kegiatan lain yang tak kalah menarik. Setelah menyelesaikan kegiatan bersih-bersih lingkungan, langkah kemudian dilanjutkan dengan blusukan—bukan sekadar berkeliling, tetapi mencari pengalaman dan pengetahuan dari warga yang menjalankan usaha secara mandiri.

Salah satunya adalah belajar dari Pak Oklik, seorang pelaku usaha yang menggeluti budidaya ikan lele dan pertanian.

Dari obrolan sederhana tersebut, banyak hal yang bisa dipelajari. Mulai dari bagaimana mengelola usaha, melihat peluang di lingkungan sekitar, hingga memahami potensi kegiatan ekonomi yang mungkin dikembangkan bersama warga.

Bagi mereka, belajar tidak harus selalu dilakukan melalui ruang kelas, seminar atau buku. Kehidupan sehari-hari juga menyediakan banyak pelajaran, terutama ketika mau turun langsung dan berbincang dengan orang-orang yang telah lebih dulu menjalankan usaha.

“Tidak ada salahnya kita belajar dari berbagai sumber,” menjadi prinsip sederhana yang kemudian diterapkan melalui kegiatan blusukan tersebut.

Sambil menunggu apel siang yang kembali dilaksanakan melalui Zoom Meeting, obrolan bersama Pak Oklik pun berlanjut. Secangkir kopi menjadi teman dalam percakapan mengenai usaha, kehidupan dan berbagai peluang yang mungkin bisa diterapkan di lingkungan RW 018.

Dari sebuah obrolan santai, muncul berbagai gagasan tentang bagaimana warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat mulai melihat peluang usaha yang mampu menghasilkan pendapatan.

Ungkapan “sambil menyelam minum air” terasa tepat menggambarkan kegiatan tersebut. Bersosialisasi tetap berjalan, menjaga lingkungan tetap dilakukan, sementara ilmu dan pengalaman baru juga diperoleh.

Lebih dari sekadar menikmati kopi pagi, pertemuan itu menjadi pengingat bahwa belajar tentang kehidupan bisa dilakukan di mana saja. Kadang, pelajaran berharga justru muncul dari percakapan sederhana dengan tetangga, pelaku usaha kecil, atau mereka yang sehari-hari bergelut langsung dengan pekerjaan dan usaha.

Pada akhirnya, blusukan bukan hanya soal datang dan melihat. Ada proses mendengar, bertanya, mengamati, kemudian mengambil pelajaran untuk mencari tahu program apa yang sekiranya cocok dikembangkan di lingkungan sendiri.

Karena dari secangkir kopi, obrolan sederhana, dan kemauan untuk turun langsung ke tengah masyarakat, bisa lahir sebuah gagasan untuk membuat lingkungan menjadi lebih produktif.