6 September 2026 · Lapangan Videls Arena RW 18

Dibaca 3 kali

Panitia HUT ke-81 RI RW 018 Resmi Dibubarkan, Gagasan Kampung Digital Mulai Didorong

Ditulis oleh Ibnu Gozali

BEKASI, VIDELS.MY.ID— Rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RW 018 akhirnya mencapai penghujung. Setelah hampir sepanjang Agustus 2026 diwarnai berbagai kegiatan warga, kepanitiaan secara resmi dibubarkan pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 22.30 WIB, dalam acara penutupan yang berlangsung di Lapangan Videls Arena.

Acara berlangsung singkat, namun penuh hikmat. Selain menjadi momentum pembubaran panitia, malam tersebut juga menjadi ruang evaluasi bersama sekaligus apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian kegiatan kemerdekaan di wilayah RW 018.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh masyarakat (Tomas), tokoh agama (Togam), pengurus RW dan RT, tokoh lingkungan, tokoh seni, pemuda, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta seluruh jajaran panitia.

Di antara tokoh yang hadir yakni Ketua RW 018 AKP Giyato, Ketua DKM Masjid Sabilil Haq Ustadz Hendro Sasongko, sesepuh sekaligus penasihat RW 018 Ustadz Ahmad Zaenuri, Ketua Panitia Dwi Riyanto, Pemimpin Redaksi Videls.my.id Yudhik Prio Santoso, tokoh penggerak lingkungan Gemah Ismasari dan Agung Budi Waskito, tokoh seni dan dalang Bambang Tri Santoso Hadipuro, Wakil RW 018 Deden Supriatna, serta tokoh masyarakat lainnya seperti Otong Sumpeno dan H. Sugito.

Turut hadir Ketua RT 001 Budhi Irawan, Ketua RT 002 Budi Setio, Ketua RT 003 Budi Basuki, pimpinan pengajian kaum ibu Sabilil Haq Ustazah Yeti Nurhayati, para mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Karawang Bekasi, serta seluruh jajaran seksi kepanitiaan yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Evaluasi dan Apresiasi Setelah Sebulan Berkegiatan

Susunan acara dibacakan oleh Karedi, yang juga bertugas sebagai sekretaris kegiatan sekaligus pembawa acara atau MC.

Dalam suasana santai, sejumlah peserta menyampaikan komentar, evaluasi, sekaligus usulan agar pelaksanaan kegiatan tahun mendatang dapat dikembangkan.

Manih Sari, misalnya, mengusulkan agar kegiatan tahun depan dapat dikemas lebih meriah dengan menu sajian makanan yang lebih beragam.

Senada dengan itu, Budi Setio berharap kegiatan peringatan 17 Agustus di lingkungan RW 018 pada tahun berikutnya dapat dibuat semakin meriah dan melibatkan lebih banyak warga.

Sementara Karedi menyoroti sisi penggalangan dana. Menurutnya, keterlibatan lebih banyak tokoh yang memiliki pengaruh di masyarakat dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat dukungan terhadap kegiatan warga.

Ia menyampaikan bahwa target awal pengumpulan dana kegiatan yang ditetapkan sebesar Rp16 juta ternyata dapat terlampaui secara signifikan.

Menurut Karedi, total dana yang berhasil dihimpun bahkan mendekati Rp30 juta.

Capaian tersebut dinilai sebagai prestasi besar sekaligus menjadi bukti tingginya kepedulian masyarakat dan para donatur terhadap kegiatan lingkungan.

Apresiasi pun disampaikan kepada seluruh donatur dan tim pencari dana yang telah bekerja dari satu pintu ke pintu lainnya untuk mendukung terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan.

Sekaligus Melepas Mahasiswa KKN

Malam penutupan juga menjadi momen perpisahan dengan mahasiswa peserta KKN Universitas Muhammadiyah Karawang Bekasi yang selama beberapa waktu menjalankan kegiatan pengabdian di lingkungan RW 018.

Suasana haru terasa ketika para mahasiswa harus mengakhiri masa KKN dan kembali melanjutkan aktivitas mereka di luar lingkungan RW 018.

Salah seorang mahasiswi KKN, Yanti, mengungkapkan bahwa meninggalkan lingkungan tempat mereka menjalankan KKN bukan sesuatu yang mudah.

Baginya, pengalaman selama berada di RW 018 meninggalkan kesan mendalam.

> “Sangat berat meninggalkan tempat ini. Suka duka bersama orang-orang baik tak akan pernah dilupakan.”

Bagi warga, kehadiran mahasiswa KKN juga memberikan warna tersendiri. Interaksi yang terbangun selama kegiatan membuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat tidak sebatas hubungan dalam kegiatan akademik, tetapi berkembang menjadi hubungan sosial yang lebih dekat.

RW 018 Menuju Kampung Digital

Di tengah acara penutupan, muncul pula gagasan yang lebih jauh dari sekadar kegiatan perayaan tahunan. Panitia bersama mahasiswa KKN mendorong rencana untuk mengembangkan RW 018 sebagai kampung digital.

Gagasan tersebut memanfaatkan dua sarana yang sudah tersedia, yakni Lapangan Videls Arena sebagai ruang aktivitas masyarakat dan website Videls.my.id sebagai media informasi serta publikasi kegiatan warga.

Gagasan tersebut disampaikan Ibnu Gozali melalui sebuah proposal setebal 20 halaman dalam format PDF.

Dalam proposal tersebut dijelaskan bahwa RW 018 memiliki setidaknya empat potensi utama yang dapat diberdayakan secara maksimal untuk menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga.

Keempat potensi tersebut adalah:

1. Sarana dan prasarana Lapangan Videls Arena
2. Website Videls.my.id
3. Kemampuan sumber daya manusia warga RW 018
4. Dukungan para donatur

Keempat komponen tersebut dinilai sebagai modal yang cukup kuat untuk membangun konsep RW Kampung Digital Mandiri.

Konsepnya tidak hanya diarahkan pada digitalisasi informasi warga, tetapi juga bagaimana aset lingkungan, kemampuan masyarakat, media digital, dan jaringan donatur dapat dikembangkan menjadi sebuah ekosistem yang memberikan manfaat lebih luas.

Lapangan Videls Arena diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkegiatan, tetapi juga dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat. Sementara Videls.my.id dapat dikembangkan sebagai media publikasi, dokumentasi, informasi, sekaligus sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki warga RW 018.

Dengan demikian, semangat gotong royong yang selama ini terlihat dalam kegiatan 17 Agustus dapat diteruskan dalam bentuk program yang lebih berkelanjutan.

Panitia Resmi Dibubarkan

Menjelang pukul 22.30 WIB, Ketua RW 018 AKP Giyato secara resmi menutup rangkaian acara sekaligus membubarkan kepanitiaan kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan RW 018 tahun 2026.

Pembubaran tersebut menjadi tanda bahwa tugas kepanitiaan yang telah dimulai sejak persiapan hingga pelaksanaan berbagai kegiatan selama bulan Agustus telah selesai.

Namun, berakhirnya kepanitiaan tidak berarti berakhir pula semangat yang telah dibangun.

Justru dari kegiatan tersebut lahir berbagai gagasan baru, mulai dari evaluasi penyelenggaraan kegiatan tahun depan, penguatan partisipasi masyarakat, hingga rencana mengembangkan RW 018 menjadi kampung digital yang lebih mandiri.

Ketua Panitia Dwi Riyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan.

> “Terima kasih kepada tim konsumsi dan tim panitia lainnya yang telah bekerja keras demi suksesnya acara ini.”

Ditutup Ramah Tamah

Setelah acara resmi ditutup, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan malam bersama.

Suasana yang sebelumnya berlangsung formal berubah menjadi lebih santai. Para tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, panitia, mahasiswa KKN, dan warga berbaur dalam suasana kekeluargaan.

Hidangan bebek Madura menjadi menu utama dalam ramah tamah tersebut, ditemani minuman dingin dan kopi cappuccino.

Tidak ada lagi sekat antara panitia, tokoh masyarakat, mahasiswa maupun warga. Semua larut dalam suasana kebersamaan setelah melewati rangkaian kegiatan yang cukup panjang sepanjang Agustus.

Malam itu akhirnya menjadi penutup sebuah kepanitiaan sekaligus pembuka bagi gagasan-gagasan baru.

HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RW 018 bukan hanya meninggalkan cerita tentang kemeriahan perayaan, tetapi juga meninggalkan modal sosial berupa kekompakan, gotong royong, kepedulian, dan gagasan untuk membangun lingkungan secara lebih mandiri.

Dan ketika panitia akhirnya dibubarkan, semangat membangun RW 018 justru diharapkan terus berjalan. (*)