30 Agustus 2026 · Lapangan Videls Arena RW 18

Dibaca 20 kali

Saat Lampu Videls Arena Padam, Perjuangan 1945 Kembali Hadir di Tengah Pesta Rakyat RW 018

Ditulis oleh Ibnu Gozali

Bekasi, Videls.my.id — Riuh suara warga yang sejak sore memenuhi Lapangan Videls Arena mendadak berubah menjadi sunyi. Lampu-lampu penerangan dipadamkan. Pandangan warga tertuju pada satu titik: layar infokus di depan mereka.

Bukan panggung hiburan yang muncul pertama kali.

Rangkaian gambar perjuangan para pahlawan Indonesia justru memenuhi layar. Potongan visual tentang perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan membawa suasana malam itu sejenak mundur ke masa 1945.

Dengan di dukng oleh Audio oleh Fajar Entertainmen di bawah pimpinan Imam Maulana dibantu oleh Edi Tivsi Andi, musik dan tata cahaya oleh Rohali yang dibuat dramatis semakin menguatkan suasana. Warga yang semula datang untuk menikmati Pesta Rakyat seolah diajak berhenti sejenak, mengenang mereka yang gugur dalam perjuangan mempertahankan tanah air.

Itulah cara berbeda yang dipilih panitia untuk membuka Pesta Rakyat RW 018 di Videls Arena, Sabtu malam, 29 Agustus 2026.

Acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, setelah sebelumnya alunan musik ceria diputar (https://www.youtube.com/watch?v=4zRAdKUAiU0) sebagai tanda kepada warga bahwa acara segera dimulai.

Pembukaan yang diawali flashback perjuangan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling mencuri perhatian. Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: kemeriahan perayaan hari ini tidak boleh membuat generasi sekarang melupakan harga yang harus dibayar para pendahulu untuk sebuah kemerdekaan.

Dari Suasana Haru Beralih Menjadi Pesta

Setelah tayangan flashback berakhir, lampu kembali dinyalakan dengan terang, suasana kembali mencair. Panggung Videls Arena kembali hidup dengan rangkaian sambutan dari sejumlah tokoh lingkungan.

Sambutan disampaikan oleh Ketua RW 018 AKP Giyato, Ketua Panitia Dwi Riyanto, Penasehat Lingkungan Kesatuan Wilayah RW 018 Yusuf Syafi'i Rukma, serta Penasehat Spiritual RW 018 Ustadz Ahmad Zaenuri, M.Pd.

Dalam sambutannya Ketua Panitia Dwi Riyanto mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur, kepada Agung Budi Laksono ( Babe ), Gemah Ismasari ( Mamih ), Yudik Prio Santoso ( Romo ), H. Sugito, Cahyo (Dosen), Abdullah Sudirman, Bambang Asmoro ( Ki Dalang ), dan Otong Sumpeno. yang ikut melancarkan jalannya acara akbar ini.

"Semoga terus ditambah rezekinya dan menjadi Keberkahan bagi para donatur." sambungnya.

Doa kemudian dipimpin Ustadz Hendro Sasongko, selaku Ketua DKM Masjid Sabilil Haq.

Dari suasana penuh penghormatan kepada para pahlawan, malam itu perlahan berubah menjadi pesta warga. Musik, tawa, hiburan dan pengundian hadiah mulai mengambil alih perhatian.

RW 018 dan “Trio Budi”*

Ada satu hal menarik dari struktur kepemimpinan lingkungan RW 018.
Wilayah ini terdiri dari tiga RT, masing-masing dipimpin oleh ketua dengan nama depan yang sama.

RT 001 diketuai Budi Irawan, RT 002 diketuai Setio Budiarso, sedangkan RT 003 dipimpin Budi Basuki.

Tak heran jika kemudian muncul sebutan “Trio Budi” untuk tiga ketua RT di lingkungan RW 018.

Ketiganya menjadi bagian dari penggerak masyarakat di wilayah masing-masing dalam mendukung berbagai kegiatan warga, termasuk Pesta Rakyat yang digelar malam itu.

Panggung Tak Hanya Milik Penyanyi

Saat doorpize berlangsung, Pesta Rakyat tidak hanya menghadirkan hiburan dangdut dari organ tunggal. Panggung juga menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan bakat dan kreativitas. Ibu-ibu, remaja hingga anak-anak ikut tampil membawakan tarian seni.

Penampilan warga tersebut membuat suasana semakin cair. Penonton bukan sekadar menyaksikan pertunjukan, tetapi juga melihat orang-orang yang mereka kenal tampil di atas panggung.
Di sinilah pesta rakyat terasa berbeda. Panggung bukan hanya milik penyanyi atau pengisi acara. Panggung menjadi milik warga.

Lurah Setia Asih Ikut Larut Bersama Warga

Pesta Rakyat RW 018 juga dihadiri Lurah Setia Asih DH. Dede Firmansyah, S. Kep, M.Si, Beberapa Ketua RW tetangga juga diundang, diantaranya hadir juga Aipda H. Rudi Hartono, S. H (Bimaspol Polsek Taruma jaya), Fitri yanto, S.E (Ketua Rw 013), Bp. Drs. H. Murtado (Ketua RW 014). Sudi mangkur, S. H. (Ket Rw. 015).

Kehadirannya tidak sekadar menjadi tamu undangan. Ia turut membaur bersama warga dalam suasana pesta yang berlangsung santai dan penuh keakraban.

Di tengah musik, hiburan dan pengundian doorprize, batas antara pejabat dan masyarakat seolah mencair. Semua menikmati malam yang sama di Videls Arena.

Jalannya acara semakin hidup berkat duet MCSalma Alifia Nurhasanah, Davina Reshy Dwi Pratiwi, Wahyu dan Dwi Riyanto yang terus menjaga energi acara hingga penghujung malam.

Ada Angkringan, Soto hingga Dimsum

Panitia juga menyiapkan berbagai hidangan untuk warga.

Angkringan, soto ayam, dimsum, lontong sayur serta aneka minuman tersedia sepanjang acara.

Untuk mendapatkan makanan, warga menggunakan kupon yang sebelumnya telah dibagikan dari rumah.

Sistem kupon tersebut membuat pembagian konsumsi berlangsung lebih tertib, sementara warga tetap dapat menikmati sajian yang telah disiapkan panitia.

Pesta Rakyat Sekaligus Menjadi Titik Awal RW 018 di Dunia Digital

Ada satu agenda lain yang membuat Pesta Rakyat tahun ini berbeda.

Mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di lingkungan RW 018 ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka membantu mengabadikan berbagai momen melalui dokumentasi foto sekaligus mendukung pembuatan website RW 018.

Malam itu, website Videls dengan alamat [www.videls.my.ai](http://www.videls.my.ai) secara resmi diperkenalkan kepada warga.

Peluncuran tersebut menjadi langkah baru bagi RW 018 untuk membawa berbagai kegiatan masyarakat ke ruang digital.

Jika selama ini kegiatan warga hanya tersimpan dalam ingatan dan dokumentasi pribadi, kehadiran website membuka peluang agar cerita, kegiatan dan perkembangan RW 018 dapat terdokumentasi secara lebih teratur.

Dengan kata lain, Pesta Rakyat malam itu bukan hanya merayakan apa yang telah dilakukan warga, tetapi juga menjadi awal untuk membangun dokumentasi digital tentang kehidupan masyarakat RW 018.

Dari Sembako hingga Sepeda Listrik

Jika flashback perjuangan menjadi pembuka yang emosional, maka doorprize menjadi salah satu magnet terbesar pesta malam itu.

Pengundian dimulai dengan lima kantong sembako. Setelah itu, hadiah terus bergulir. Setiap ada hadiah barang elektronik yang diundi, diselingi dengan undian sembako.

Alat pembakar roti, kipas angin, hingga mesin cuci menjadi beberapa hadiah yang membuat warga semakin penasaran menunggu nomor berikutnya.

Namun semua mata akhirnya tertuju pada hadiah utama: sepeda listrik.

Ketegangan pun berubah menjadi sorak kegembiraan juga ketika nama Christoper, warga RT 003 Blok F3, akhirnya keluar sebagai penerima hadiah utama tahun ini. Bagi sebagian yang sudah merasa tidak adalagi doorprize yang ditunggu, mereka kembali ke rumah masing-masing. Walaupun demikian, suasana di Videl;'s Arena tetap hidup dan semakin panas dengan turunnya penyanyi dangdut ke tengah lapangan, sontak banyak peserta ikut riaung larut bersama sang penyanyi dangdut dengan beragam "saweran". Suasana Videls Arena pun semakin meriah.

Pukul 23.30 WIB, Videls Arena Kembali Senyap

Jarum jam akhirnya menunjukkan sekitar pukul 23.30 WIB.

Musik berhenti. Warga mulai meninggalkan Videls Arena. Panggung yang beberapa jam sebelumnya menjadi pusat perhatian perlahan kembali tenang.

Panitia kemudian memastikan lapangan kembali dibersihkan.
Tidak ada lagi suara musik, sorakan saat doorprize, ataupun tepuk tangan dari penonton.

Videls Arena kembali bersih seperti semula.
Namun malam itu meninggalkan lebih dari sekadar kenangan sebuah pesta.

Ada pesan perjuangan yang kembali diingatkan melalui layar dalam kegelapan. Ada kebersamaan warga yang terbangun melalui hiburan. Ada anak-anak dan remaja yang berani tampil. Ada warga yang pulang membawa hadiah. Dan ada satu langkah baru ketika RW 018 mulai memasuki ruang digital melalui website Videls.

Dari mengenang perjuangan, merayakan kemerdekaan, hingga menatap masa depan—semuanya berlangsung dalam satu malam di Videls Arena.

Untuk foto-foto kegiatan bisa di lihat di Menu Galeri Foto