5 September 2026 · Lapangan Videls Arena RW 18
Dibaca 18 kaliWarga Villa Mutiara Gading Tarumajaya Kini Lebih Tanggap Hadapi Kebakaran
Ditulis oleh Ibnu Gozali
VIDELS.MY.ID, Bekasi - 5 September 2026) - Suasana Sabtu pagi yang biasanya tenang di lingkungan Villa Mutiara Gading, Desa Tarumajaya, berubah menjadi penuh semangat dan kesiapsiagaan. Di Videl’s Arena, yang menjadi jantung pertemuan warga RW 018, puluhan warga berkumpul dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran. Acara yang mengusung tema 'Cegah Api, Selamatkan Diri!' ini merupakan prakarsa cemerlang dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang (UMB).
Inisiatif dari Hati untuk Lingkungan Aman
Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin KKN, melainkan sebuah bentuk kepedulian tulus terhadap keselamatan warga di lingkungan tempat mereka belajar. Menyadari risiko kebakaran yang seringkali mengintai, terutama di area pemukiman, mahasiswa KKN berkolaborasi erat dengan dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kabupaten Bekasi. Tujuannya satu: membekali warga dengan pengetahuan praktis agar tidak panik dan mampu bertindak cepat.
Kolaborasi Ahli dan Warga: Belajar dari Sang Ahli
Acara dibuka dengan sambutan hangat dan penuh semangat kolaborasi. Tim DAMKAR Kabupaten Bekasi hadir dengan kekuatan penuh. Dipimpin oleh Bapak Syam selaku Kepala Seksi (Kasi), materi presentasi yang komprehensif disampaikan oleh dua petugas berpengalaman, Bapak Musa dan Bapak Syafiudin. Mereka tidak hanya memberikan teori, tetapi juga berbagi pengalaman dan tips nyata tentang penyebab umum kebakaran, cara pencegahannya yang sederhana namun efektif, dan langkah-langkah tanggap darurat yang vital.
Kehadiran tokoh-tokoh penting di lingkungan RW 018 menambah bobot acara ini. AKP Giyato, sebagai Ketua RW 018, hadir memberikan dukungan penuh. "Sosialisasi seperti ini sangat krusial. Pengetahuan dasar tentang pencegahan kebakaran bisa menyelamatkan banyak nyawa dan harta benda. Ini adalah langkah preventif yang sangat baik," ujar AKP Giyato. Selain itu, Ketua RT 01 dan RT 02 juga turut mendampingi warga mereka, memastikan edukasi ini tersampaikan ke setiap lapisan.
Praktik Langsung: Dari Kain Basah hingga APAR
Puncak acara yang paling ditunggu-tunggu adalah peragaan praktik. Warga tidak hanya mendengarkan, tetapi diajarkan cara bertindak cepat dalam keadaan darurat, terutama kebakaran awal di rumah. Bapak Syafiudin dan tim menunjukkan cara tradisional namun efektif: menggunakan kain basah yang tebal untuk menutupi sumber api kecil, seperti dari kompor gas atau wajan minyak yang terbakar.
Teknik "menyelubungi" api dengan tenang dan benar agar api tidak menyebar menjadi pelajaran berharga bagi warga, terutama para ibu rumah tangga. Tidak hanya itu, teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga dipraktikkan dengan jelas. Beberapa warga bahkan memberanikan diri untuk mencoba langsung memadamkan simulasi api, dipandu dengan sabar oleh petugas DAMKAR.
Antusiasme dan Harapan untuk Lingkungan Aman
Antusiasme warga terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan partisipasi aktif dalam praktik. Mereka merasa diberdayakan dengan pengetahuan praktis yang selama ini sering diabaikan. Salah satu warga, Ibu Sugeng, merasa sangat terbantu. "Dulu saya cuma panik kalau ada api kecil di dapur. Sekarang saya jadi tahu cara pakai kain basah dan APAR. Terima kasih untuk mahasiswa KKN dan bapak-bapak DAMKAR," ungkapnya.
Melalui kegiatan yang sarat makna ini, mahasiswa KKN Kelompok 1 UMB berharap dapat menanamkan kesadaran kolektif. "Kami ingin warga RW 018 tidak hanya aman, tetapi juga tanggap dan siap menghadapi keadaan darurat. Ini adalah bagian dari semangat 'Komunikatif, Kolaboratif, Berkelanjutan' yang kami usung," jelas perwakilan mahasiswa.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyebaran poster infografis serupa dengan visual menarik yang tertera di poster utama, memastikan pesan pencegahan terus diingat oleh warga. Langkah kecil hari ini diharapkan membawa perubahan besar dalam menciptakan lingkungan Villa Mutiara Gading yang lebih aman dan sejahtera. (*/RED)
Inisiatif dari Hati untuk Lingkungan Aman
Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin KKN, melainkan sebuah bentuk kepedulian tulus terhadap keselamatan warga di lingkungan tempat mereka belajar. Menyadari risiko kebakaran yang seringkali mengintai, terutama di area pemukiman, mahasiswa KKN berkolaborasi erat dengan dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kabupaten Bekasi. Tujuannya satu: membekali warga dengan pengetahuan praktis agar tidak panik dan mampu bertindak cepat.
Kolaborasi Ahli dan Warga: Belajar dari Sang Ahli
Acara dibuka dengan sambutan hangat dan penuh semangat kolaborasi. Tim DAMKAR Kabupaten Bekasi hadir dengan kekuatan penuh. Dipimpin oleh Bapak Syam selaku Kepala Seksi (Kasi), materi presentasi yang komprehensif disampaikan oleh dua petugas berpengalaman, Bapak Musa dan Bapak Syafiudin. Mereka tidak hanya memberikan teori, tetapi juga berbagi pengalaman dan tips nyata tentang penyebab umum kebakaran, cara pencegahannya yang sederhana namun efektif, dan langkah-langkah tanggap darurat yang vital.
Kehadiran tokoh-tokoh penting di lingkungan RW 018 menambah bobot acara ini. AKP Giyato, sebagai Ketua RW 018, hadir memberikan dukungan penuh. "Sosialisasi seperti ini sangat krusial. Pengetahuan dasar tentang pencegahan kebakaran bisa menyelamatkan banyak nyawa dan harta benda. Ini adalah langkah preventif yang sangat baik," ujar AKP Giyato. Selain itu, Ketua RT 01 dan RT 02 juga turut mendampingi warga mereka, memastikan edukasi ini tersampaikan ke setiap lapisan.
Praktik Langsung: Dari Kain Basah hingga APAR
Puncak acara yang paling ditunggu-tunggu adalah peragaan praktik. Warga tidak hanya mendengarkan, tetapi diajarkan cara bertindak cepat dalam keadaan darurat, terutama kebakaran awal di rumah. Bapak Syafiudin dan tim menunjukkan cara tradisional namun efektif: menggunakan kain basah yang tebal untuk menutupi sumber api kecil, seperti dari kompor gas atau wajan minyak yang terbakar.
Teknik "menyelubungi" api dengan tenang dan benar agar api tidak menyebar menjadi pelajaran berharga bagi warga, terutama para ibu rumah tangga. Tidak hanya itu, teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga dipraktikkan dengan jelas. Beberapa warga bahkan memberanikan diri untuk mencoba langsung memadamkan simulasi api, dipandu dengan sabar oleh petugas DAMKAR.
Antusiasme dan Harapan untuk Lingkungan Aman
Antusiasme warga terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan partisipasi aktif dalam praktik. Mereka merasa diberdayakan dengan pengetahuan praktis yang selama ini sering diabaikan. Salah satu warga, Ibu Sugeng, merasa sangat terbantu. "Dulu saya cuma panik kalau ada api kecil di dapur. Sekarang saya jadi tahu cara pakai kain basah dan APAR. Terima kasih untuk mahasiswa KKN dan bapak-bapak DAMKAR," ungkapnya.
Melalui kegiatan yang sarat makna ini, mahasiswa KKN Kelompok 1 UMB berharap dapat menanamkan kesadaran kolektif. "Kami ingin warga RW 018 tidak hanya aman, tetapi juga tanggap dan siap menghadapi keadaan darurat. Ini adalah bagian dari semangat 'Komunikatif, Kolaboratif, Berkelanjutan' yang kami usung," jelas perwakilan mahasiswa.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyebaran poster infografis serupa dengan visual menarik yang tertera di poster utama, memastikan pesan pencegahan terus diingat oleh warga. Langkah kecil hari ini diharapkan membawa perubahan besar dalam menciptakan lingkungan Villa Mutiara Gading yang lebih aman dan sejahtera. (*/RED)
