Berita31 Agustus 2026 Dibaca 31 kali
Pesta Rakyat VMG1 Jadi Ruang Silaturahmi 16 RT, Kisah AKP Giyato Berkostum Mahasiswa Curi Perhatian
Ditulis oleh Ibnu Gozali

BEKASI, Videls.my.id — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Perumahan Villa Mutiara Gading 1 (VMG1) berlangsung semarak. Bukan hanya menghadirkan kemeriahan melalui berbagai kegiatan, Pesta Rakyat VMG1 juga menjadi momentum mempertemukan warga dari empat RW dan 16 RT dalam suasana penuh keakraban.
Empat RW yang berada di lingkungan VMG1 tersebut terdiri atas RW 013, RW 014, RW 015 dan RW 018. Keempatnya menaungi total 16 RT yang bersama-sama ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan.
Kemeriahan terasa sejak kegiatan senam bersama, dilanjutkan dengan bazar UMKM dan kemudian Carnaval Merah Putih. Warga dari berbagai usia ikut meramaikan kegiatan, menjadikan kawasan VMG1 dipenuhi suasana perayaan yang berbeda dari hari-hari biasanya.
Bagi Ketua RW 018, AKP Giyato, keikutsertaan warga dalam kegiatan tingkat forum tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Meskipun sebelumnya warga RW 018 juga telah menjalani berbagai rangkaian kegiatan di lingkungan RW mereka, antusiasme untuk ikut dalam kegiatan bersama tetap tinggi.
Menurut Giyato, keikutsertaan warga bukan semata-mata untuk memeriahkan acara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dengan warga dari RW lainnya di lingkungan VMG1.
"Warga antusias ikut serta dalam kegiatan dari mulai senam bersama, bazar, carnaval, walaupun kita capek dengan serangkaian acara di wilayah kita RW 18, namun kita tetap semangat ikut ambil bagian di acara tingkat forum. Di samping kita bersilaturahmi dengan teman-teman kita se-VMG," ujar Giyato.
Ketika Cita-Cita Masa Muda Hadir di Karnaval
Ada cerita menarik yang membuat keikutsertaan RW 018 dalam Carnaval Merah Putih terasa lebih berkesan.
Selain melibatkan anak-anak, warga RW 018 juga menampilkan peserta dewasa dengan kostum mahasiswa lengkap dengan toga. Penampilan tersebut bukan sekadar pilihan kostum untuk memeriahkan karnaval. Bagi Giyato, toga yang dikenakan dalam kegiatan itu memiliki makna personal.
Ia mengungkapkan bahwa ketika masih muda, keinginan untuk melanjutkan kuliah pernah terkendala persoalan biaya. Karena itu, tampil sebagai mahasiswa dalam sebuah karnaval, meskipun hanya untuk kebutuhan perayaan, memberikan perasaan bahagia sekaligus menjadi cara sederhana untuk mengenang cita-cita yang dahulu belum sempat diwujudkan.
"Kita dalam carnaval selain anak-anak kita, kita juga tampil dengan costum mahasiswa lengkap dengan toga & prediksi cumlaude. Walaupun kita sudah usia mulai senja, namun secara pribadi saya merasa bahagia dengan kegiatan tersebut."
Giyato kemudian menceritakan alasan yang membuat penampilan itu terasa begitu berarti.
"Yang jelas dulu kita mau kuliah saja tidak ada biaya. Dengan tampilan kita sebagai mahasiswa walaupun hanya di carnaval, itu sebagai pengobat cita-cita yang nggak tercapai."
Kisah tersebut memberikan warna berbeda dalam perayaan HUT ke-81 RI di VMG1. Di balik kostum, tawa dan kemeriahan karnaval, terdapat cerita tentang perjalanan hidup seseorang yang memilih menghadirkan kembali impian masa mudanya dalam suasana penuh kegembiraan.
Empat RW, 16 RT dalam Satu Perayaan
Kegiatan Pesta Rakyat VMG1 sekaligus memperlihatkan luasnya partisipasi masyarakat di kawasan tersebut.
RW 013 yang terdiri atas tiga RT dipimpin oleh Fitriyanto, A.Md. Sementara RW 014 memiliki enam RT dan dipimpin Drs. Murtado. Selanjutnya RW 015 terdiri atas empat RT di bawah kepemimpinan Sudi Mangkur, S.H., sedangkan RW 018 memiliki tiga RT dan dipimpin AKP Giyato.
Dengan komposisi tersebut, seluruh wilayah VMG1 mencakup empat RW dan 16 RT yang menjadi bagian dari kegiatan kemasyarakatan di kawasan tersebut.
Keterlibatan seluruh lingkungan membuat pesta rakyat tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antarwarga. Mereka yang sehari-hari mungkin lebih sering berinteraksi dengan tetangga satu RT, dalam momentum ini dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan warga dari RW lainnya.
Bagi Giyato, suasana seperti inilah yang membuat kegiatan tingkat forum memiliki nilai tersendiri. Warga dapat menikmati hiburan, mengikuti kegiatan, sekaligus membangun hubungan sosial dengan masyarakat di lingkungan VMG1 secara lebih luas.
Semangat Kemerdekaan dari Lingkungan Sendiri
Pesta Rakyat VMG1 menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat paling dekat.
Senam bersama menjadi ruang untuk berolahraga, bazar memberikan kesempatan bagi warga dan pelaku UMKM untuk beraktivitas ekonomi, sedangkan karnaval menjadi panggung kreativitas masyarakat.
Di antara semua kemeriahan itu, terdapat pula cerita-cerita personal warga yang membuat perayaan kemerdekaan terasa lebih manusiawi. Salah satunya adalah kisah AKP Giyato dan kostum mahasiswa yang dikenakannya dalam karnaval.
Bagi sebagian orang, toga mungkin hanya sebuah atribut. Namun bagi Giyato, toga tersebut menjadi simbol sebuah cita-cita lama yang pernah tertunda dan akhirnya dapat "dihidupkan kembali", meskipun hanya dalam sebuah karnaval.
Pesta Rakyat VMG1 pun tidak berhenti pada kemeriahan perayaan. Di dalamnya ada silaturahmi, gotong royong, kreativitas dan kisah-kisah warga yang membuat peringatan kemerdekaan menjadi semakin bermakna.
Dari empat RW dan 16 RT, semangat itu dirayakan bersama: merdeka bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang tetap memiliki semangat untuk bergembira, berkarya dan menjaga kebersamaan di lingkungan sendiri.
Empat RW yang berada di lingkungan VMG1 tersebut terdiri atas RW 013, RW 014, RW 015 dan RW 018. Keempatnya menaungi total 16 RT yang bersama-sama ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan.
Kemeriahan terasa sejak kegiatan senam bersama, dilanjutkan dengan bazar UMKM dan kemudian Carnaval Merah Putih. Warga dari berbagai usia ikut meramaikan kegiatan, menjadikan kawasan VMG1 dipenuhi suasana perayaan yang berbeda dari hari-hari biasanya.
Bagi Ketua RW 018, AKP Giyato, keikutsertaan warga dalam kegiatan tingkat forum tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Meskipun sebelumnya warga RW 018 juga telah menjalani berbagai rangkaian kegiatan di lingkungan RW mereka, antusiasme untuk ikut dalam kegiatan bersama tetap tinggi.
Menurut Giyato, keikutsertaan warga bukan semata-mata untuk memeriahkan acara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dengan warga dari RW lainnya di lingkungan VMG1.
"Warga antusias ikut serta dalam kegiatan dari mulai senam bersama, bazar, carnaval, walaupun kita capek dengan serangkaian acara di wilayah kita RW 18, namun kita tetap semangat ikut ambil bagian di acara tingkat forum. Di samping kita bersilaturahmi dengan teman-teman kita se-VMG," ujar Giyato.
Ketika Cita-Cita Masa Muda Hadir di Karnaval
Ada cerita menarik yang membuat keikutsertaan RW 018 dalam Carnaval Merah Putih terasa lebih berkesan.
Selain melibatkan anak-anak, warga RW 018 juga menampilkan peserta dewasa dengan kostum mahasiswa lengkap dengan toga. Penampilan tersebut bukan sekadar pilihan kostum untuk memeriahkan karnaval. Bagi Giyato, toga yang dikenakan dalam kegiatan itu memiliki makna personal.
Ia mengungkapkan bahwa ketika masih muda, keinginan untuk melanjutkan kuliah pernah terkendala persoalan biaya. Karena itu, tampil sebagai mahasiswa dalam sebuah karnaval, meskipun hanya untuk kebutuhan perayaan, memberikan perasaan bahagia sekaligus menjadi cara sederhana untuk mengenang cita-cita yang dahulu belum sempat diwujudkan.
"Kita dalam carnaval selain anak-anak kita, kita juga tampil dengan costum mahasiswa lengkap dengan toga & prediksi cumlaude. Walaupun kita sudah usia mulai senja, namun secara pribadi saya merasa bahagia dengan kegiatan tersebut."
Giyato kemudian menceritakan alasan yang membuat penampilan itu terasa begitu berarti.
"Yang jelas dulu kita mau kuliah saja tidak ada biaya. Dengan tampilan kita sebagai mahasiswa walaupun hanya di carnaval, itu sebagai pengobat cita-cita yang nggak tercapai."
Kisah tersebut memberikan warna berbeda dalam perayaan HUT ke-81 RI di VMG1. Di balik kostum, tawa dan kemeriahan karnaval, terdapat cerita tentang perjalanan hidup seseorang yang memilih menghadirkan kembali impian masa mudanya dalam suasana penuh kegembiraan.
Empat RW, 16 RT dalam Satu Perayaan
Kegiatan Pesta Rakyat VMG1 sekaligus memperlihatkan luasnya partisipasi masyarakat di kawasan tersebut.
RW 013 yang terdiri atas tiga RT dipimpin oleh Fitriyanto, A.Md. Sementara RW 014 memiliki enam RT dan dipimpin Drs. Murtado. Selanjutnya RW 015 terdiri atas empat RT di bawah kepemimpinan Sudi Mangkur, S.H., sedangkan RW 018 memiliki tiga RT dan dipimpin AKP Giyato.
Dengan komposisi tersebut, seluruh wilayah VMG1 mencakup empat RW dan 16 RT yang menjadi bagian dari kegiatan kemasyarakatan di kawasan tersebut.
Keterlibatan seluruh lingkungan membuat pesta rakyat tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antarwarga. Mereka yang sehari-hari mungkin lebih sering berinteraksi dengan tetangga satu RT, dalam momentum ini dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan warga dari RW lainnya.
Bagi Giyato, suasana seperti inilah yang membuat kegiatan tingkat forum memiliki nilai tersendiri. Warga dapat menikmati hiburan, mengikuti kegiatan, sekaligus membangun hubungan sosial dengan masyarakat di lingkungan VMG1 secara lebih luas.
Semangat Kemerdekaan dari Lingkungan Sendiri
Pesta Rakyat VMG1 menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat paling dekat.
Senam bersama menjadi ruang untuk berolahraga, bazar memberikan kesempatan bagi warga dan pelaku UMKM untuk beraktivitas ekonomi, sedangkan karnaval menjadi panggung kreativitas masyarakat.
Di antara semua kemeriahan itu, terdapat pula cerita-cerita personal warga yang membuat perayaan kemerdekaan terasa lebih manusiawi. Salah satunya adalah kisah AKP Giyato dan kostum mahasiswa yang dikenakannya dalam karnaval.
Bagi sebagian orang, toga mungkin hanya sebuah atribut. Namun bagi Giyato, toga tersebut menjadi simbol sebuah cita-cita lama yang pernah tertunda dan akhirnya dapat "dihidupkan kembali", meskipun hanya dalam sebuah karnaval.
Pesta Rakyat VMG1 pun tidak berhenti pada kemeriahan perayaan. Di dalamnya ada silaturahmi, gotong royong, kreativitas dan kisah-kisah warga yang membuat peringatan kemerdekaan menjadi semakin bermakna.
Dari empat RW dan 16 RT, semangat itu dirayakan bersama: merdeka bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang tetap memiliki semangat untuk bergembira, berkarya dan menjaga kebersamaan di lingkungan sendiri.
