19 September 2026 · Musholah Miftahul Khoir
Dibaca 11 kaliKajian Ba’da Subuh di Musala Miftahul Khoir Bahas Bid’ah dan Perkara Gaib di Alam Barzakh
Ditulis oleh Ibnu Gozali
BEKASI, VIDEL.MY.ID - Kajian keagamaan rutin digelar setiap Sabtu pada minggu pertama, ketiga, keempat, dan kelima setiap bulannya di Musala Miftahul Khoir, wilayah RW 018, Jalan Piano 2, Vila Mutiara Gading 1, Setia Asih, Tarumajaya, Bekasi. Kajian dilaksanakan selepas salat Subuh dan diisi oleh Ustadz Buya Husein, S.Ag.
Dalam kajian tersebut, jamaah diajak mendalami pembahasan akidah dengan merujuk pada kitab Aqidatul Awam. Salah satu materi yang dibahas adalah mengenai bid’ah, termasuk perbedaan antara perkara baru yang sesuai dengan ajaran Islam dan perkara baru yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadis.
Ustadz Buya Husein menjelaskan hadis Rasulullah SAW tentang sunnatan hasanatan, yaitu perkara baik yang dilakukan dalam Islam dan memberikan pahala bagi pelakunya serta orang-orang yang mengikutinya. Sebaliknya, perkara baru yang buruk dapat menjadi sebab mendapatkan dosa, termasuk dosa orang yang mengikutinya.
Pembahasan tersebut menekankan pentingnya memahami persoalan agama dengan dasar Al-Qur’an, hadis, ijma, dan atsar. Dalam kitab Aqidatul Awam yang menjadi salah satu rujukan kajian, bid’ah juga dijelaskan dalam beberapa bentuk, termasuk bid’ah dalam keyakinan, perbuatan, dan perkataan.
Selain membahas bid’ah, kajian juga mengangkat tema perkara gaib, khususnya kehidupan manusia di alam barzakh. Jamaah mendapatkan penjelasan mengenai pertanyaan di alam kubur serta adanya nikmat dan siksa kubur.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai keadaan manusia setelah kematian, termasuk catatan amal. Orang yang menerima catatan amalnya dari arah depan dan tangan kanan digambarkan akan mendapatkan kemudahan dalam hisab. Sementara itu, orang yang menerima catatan amal dari belakang dan tangan kiri berada dalam keadaan celaka.
Melalui kajian rutin ini, jamaah diharapkan semakin memahami ilmu agama, memperkuat keyakinan, serta meningkatkan amal ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kajian ba’da Subuh di Musala Miftahul Khoir menjadi salah satu wadah pembelajaran keagamaan bagi masyarakat di lingkungan RW 018 dan sekitarnya. (*)
Dalam kajian tersebut, jamaah diajak mendalami pembahasan akidah dengan merujuk pada kitab Aqidatul Awam. Salah satu materi yang dibahas adalah mengenai bid’ah, termasuk perbedaan antara perkara baru yang sesuai dengan ajaran Islam dan perkara baru yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadis.
Ustadz Buya Husein menjelaskan hadis Rasulullah SAW tentang sunnatan hasanatan, yaitu perkara baik yang dilakukan dalam Islam dan memberikan pahala bagi pelakunya serta orang-orang yang mengikutinya. Sebaliknya, perkara baru yang buruk dapat menjadi sebab mendapatkan dosa, termasuk dosa orang yang mengikutinya.
Pembahasan tersebut menekankan pentingnya memahami persoalan agama dengan dasar Al-Qur’an, hadis, ijma, dan atsar. Dalam kitab Aqidatul Awam yang menjadi salah satu rujukan kajian, bid’ah juga dijelaskan dalam beberapa bentuk, termasuk bid’ah dalam keyakinan, perbuatan, dan perkataan.
Selain membahas bid’ah, kajian juga mengangkat tema perkara gaib, khususnya kehidupan manusia di alam barzakh. Jamaah mendapatkan penjelasan mengenai pertanyaan di alam kubur serta adanya nikmat dan siksa kubur.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai keadaan manusia setelah kematian, termasuk catatan amal. Orang yang menerima catatan amalnya dari arah depan dan tangan kanan digambarkan akan mendapatkan kemudahan dalam hisab. Sementara itu, orang yang menerima catatan amal dari belakang dan tangan kiri berada dalam keadaan celaka.
Melalui kajian rutin ini, jamaah diharapkan semakin memahami ilmu agama, memperkuat keyakinan, serta meningkatkan amal ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kajian ba’da Subuh di Musala Miftahul Khoir menjadi salah satu wadah pembelajaran keagamaan bagi masyarakat di lingkungan RW 018 dan sekitarnya. (*)
