Berita12 September 2026 Dibaca 7 kali
Gema Cinta Rasul: Ratusan Jamaah Padati Peringatan Maulid Nabi SAW di Masjid Al-Hidayah VMG 1 Bekasi
Ditulis oleh Ibnu Gozali

Bekasi, VIDELS.MY.ID - Suasana malam di lingkungan Vila Mutiara Gading (VMG) 1, Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, tampak semarak. Ratusan warga yang terdiri dari puluhan hingga lebih dari seratus orang memadati Masjid Al-Hidayah yang terletak di Blok D pada Jumat malam, 11 September 2026 atau bertepatan dengan 29 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Kehadiran mereka tak lain untuk mengikuti perkhidmatan akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pukul 19.30 WIB, rangkaian acara dibuka oleh Ustadz Nanang Fathoni sebagai pembawa acara (MC) yang memandu jalannya acara dengan hangat. Gema shalawat yang dibawakan secara apik oleh Tim Hadroh Irfansyah langsung menghidupkan suasana spiritual malam itu, disusul dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang menenangkan hati para hadirin.
Semangat Kebersamaan Antar-Warga dan Tokoh
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh masyarakat penting. Sambutan pembuka disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hidayah, Ustadz Dedi Bachtiar, yang mengapresiasi kekompakan warga Blok B sampai D.
Tampak pula hadir Ketua Forum VMG 1, H. Yusuf Syafii Rukma, serta para Ketua RW se-kawasan perumahan tersebut, termasuk Ketua RW 018, AKP Giyato. Kehangatan semakin terasa tatkala jamaah dari berbagai masjid dan mushola sekitar turut memadati lokasi, seperti rombongan jamaah dari Masjid Sabilil Haq yang ikut tumpah ruah berbaur bersama warga.
Pesan Teladan dan Perjuangan dari Para Alim Ulama
Memasuki sesi inti, penceramah pertama Ustadz Ahmad Wasrori memaparkan pentingnya meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai uswatun hasanah dalam kehidupan sehari-hari.
Ceramah kemudian dilanjutkan oleh Ustadz Buya Husein, S.Ag., yang memberikan pencerahan mendalam mengenai perjuangan di jalan Allah SWT. Beliau membaginya ke dalam tiga pilar utama:
Dakwah (menyebarkan ajaran kebaikan). Hisbah (menegakkan amal makruf nahi munkar). Fisabilillah (berjuang secara totalitas di jalan-Nya).
Air Mata Rindu Baginda Nabi untuk Umatnya
Puncak acara yang paling dinanti-nantikan tiba saat Al-Habib Ahmad Al-Habsy naik ke mimbar untuk menyampaikan tausiyah utama. Beliau mengisahkan sebuah riwayat yang membuat seluruh jamaah terenyuh hingga meneteskan air mata.
Al-Habib Ahmad Al-Habsy menuturkan kisah ketika para sahabat mendapati Nabi Muhammad SAW menangis tersedu-sedu hingga air matanya membasahi janggut. Wajah beliau memancarkan kerinduan yang teramat dalam.
Ketika para sahabat bertanya, "Apa yang membuatmu bersedih, ya Rasulullah?"
Baginda Nabi menjawab, "Aku sedang merindukan sahabat-sahabatku..."
Para sahabat kebingungan karena merasa diri merekalah yang selama ini berada di sisi beliau, berjuang dan berkorban bersama. Namun, Rasulullah SAW meluruskan dengan penuh cinta kasih, "Bukan kalian... Kalian adalah sahabatku yang aku mencintai kalian dan kalian juga mencintaiku, kalian tinggal dan hidup bersamaku."
Sambil tersenyum penuh harap, Rasulullah melanjutkan penjelasannya mengenai umat akhir zaman yang sangat dirindukannya:
"Sahabat yang aku rindukan tadi adalah umatku di masa yang akan datang. Mereka tak pernah berjumpa denganku, tak pernah belajar langsung dariku, kecuali dari para ulama. Mereka begitu mencintaiku seperti kalian... Mereka sholat, berhaji, makan, minum, dan berpakaian mengikuti tuntunanku dalam ketaatan dan cinta. Sungguh aku amat merindukan perjumpaan dengan mereka, kelak di yaumil akhir aku baru bisa berjumpa dengannya."
Kisah haru tersebut menutup rangkaian acara malam itu dengan penuh kekhidmatan. Para jamaah pulang membawa air mata keharuan, mempertegas tekad untuk terus mencintai Rasulullah SAW lewat konsistensi menjalankan sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan bermasyarakat di Tarumajaya, Bekasi. (*)
Pukul 19.30 WIB, rangkaian acara dibuka oleh Ustadz Nanang Fathoni sebagai pembawa acara (MC) yang memandu jalannya acara dengan hangat. Gema shalawat yang dibawakan secara apik oleh Tim Hadroh Irfansyah langsung menghidupkan suasana spiritual malam itu, disusul dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang menenangkan hati para hadirin.
Semangat Kebersamaan Antar-Warga dan Tokoh
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh masyarakat penting. Sambutan pembuka disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hidayah, Ustadz Dedi Bachtiar, yang mengapresiasi kekompakan warga Blok B sampai D.
Tampak pula hadir Ketua Forum VMG 1, H. Yusuf Syafii Rukma, serta para Ketua RW se-kawasan perumahan tersebut, termasuk Ketua RW 018, AKP Giyato. Kehangatan semakin terasa tatkala jamaah dari berbagai masjid dan mushola sekitar turut memadati lokasi, seperti rombongan jamaah dari Masjid Sabilil Haq yang ikut tumpah ruah berbaur bersama warga.
Pesan Teladan dan Perjuangan dari Para Alim Ulama
Memasuki sesi inti, penceramah pertama Ustadz Ahmad Wasrori memaparkan pentingnya meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai uswatun hasanah dalam kehidupan sehari-hari.
Ceramah kemudian dilanjutkan oleh Ustadz Buya Husein, S.Ag., yang memberikan pencerahan mendalam mengenai perjuangan di jalan Allah SWT. Beliau membaginya ke dalam tiga pilar utama:
Dakwah (menyebarkan ajaran kebaikan). Hisbah (menegakkan amal makruf nahi munkar). Fisabilillah (berjuang secara totalitas di jalan-Nya).
Air Mata Rindu Baginda Nabi untuk Umatnya
Puncak acara yang paling dinanti-nantikan tiba saat Al-Habib Ahmad Al-Habsy naik ke mimbar untuk menyampaikan tausiyah utama. Beliau mengisahkan sebuah riwayat yang membuat seluruh jamaah terenyuh hingga meneteskan air mata.
Al-Habib Ahmad Al-Habsy menuturkan kisah ketika para sahabat mendapati Nabi Muhammad SAW menangis tersedu-sedu hingga air matanya membasahi janggut. Wajah beliau memancarkan kerinduan yang teramat dalam.
Ketika para sahabat bertanya, "Apa yang membuatmu bersedih, ya Rasulullah?"
Baginda Nabi menjawab, "Aku sedang merindukan sahabat-sahabatku..."
Para sahabat kebingungan karena merasa diri merekalah yang selama ini berada di sisi beliau, berjuang dan berkorban bersama. Namun, Rasulullah SAW meluruskan dengan penuh cinta kasih, "Bukan kalian... Kalian adalah sahabatku yang aku mencintai kalian dan kalian juga mencintaiku, kalian tinggal dan hidup bersamaku."
Sambil tersenyum penuh harap, Rasulullah melanjutkan penjelasannya mengenai umat akhir zaman yang sangat dirindukannya:
"Sahabat yang aku rindukan tadi adalah umatku di masa yang akan datang. Mereka tak pernah berjumpa denganku, tak pernah belajar langsung dariku, kecuali dari para ulama. Mereka begitu mencintaiku seperti kalian... Mereka sholat, berhaji, makan, minum, dan berpakaian mengikuti tuntunanku dalam ketaatan dan cinta. Sungguh aku amat merindukan perjumpaan dengan mereka, kelak di yaumil akhir aku baru bisa berjumpa dengannya."
Kisah haru tersebut menutup rangkaian acara malam itu dengan penuh kekhidmatan. Para jamaah pulang membawa air mata keharuan, mempertegas tekad untuk terus mencintai Rasulullah SAW lewat konsistensi menjalankan sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan bermasyarakat di Tarumajaya, Bekasi. (*)
